Mimika Jual Kayu Gaharu Senilai Rp2,4 Miliar ke Pasar Domestik

TIMIKA,
Kabupaten Mimika melalui Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Timika telah menjual kayu gaharu ke pasar domestik sebanyak 15 ton yang bernilai Rp 2,4 miliar.

Kepala SKP Kelas I Timika, Tasrif menjelaskan, jika di pasar domestik saja bisa menghasilkan nilai rupiah yang sangat besar, tentu jika diekspor langsung ke luar negeri maka penghasilan akan lebih besar.

“Kalau skala ekspor, mungkin devisa akan lebih tinggi maka akan menambah penghasilan atau pendapatan daerah kita sendiri khususnya Kabupaten Mimika,” katanya saat diwawancara di Hotel Horison Timika, Kamis (15/8/2019).

Katanya, masih ada 2 ton kayu gaharu yang akan dikirim pada 19 Agustus ke Jakarta. Setelah dari pasar domestik di Jakarta, kayu gaharu akan diekspor ke China, Korea dan Jepang.

Di Timika sendiri, pengepul mengumpulkan kayu gaharu dari kabupaten sekitar yang juga menghasilkan kayu gaharu.

“Jadi yang ada itu dia kirim ke Jakarta, nanti Jakarta yang ekspor. Jadi Jakarta yang punya nama, kita tidak punya nama. Jadi kita Timika ini dibilang pengepul saja,” tutur Tasrif.

Ia menyebutkan, alasan Mimika tidak bisa mengekspor langsung dikarenakan sarana prasarana yang tidak memadai dalam hal ini Pelabuhan Poumako.

“Saya sarankan bagaimana agar mendorong Menteri Perhubungan untuk bisa menata pelabuhan kita,” tuturnya.

Di daerah asal (Timika, Red) bisa diterbitkan nama PEB. Nanti setelah sampai ke kota tujuan dan diekspor bisa ada nama Kabupaten Mimika.

“Jadi ada Pelabuhan asal ada juga pelabuhan ekspor. Ini semua diatur oleh bea cukai,” ujarnya.

Potensi lain ada sarang semut ada tepung sagu, kenari, vanili dan kakao yang dimiliki Papua. Papua juga dikenal penghasil buah matoa yang sudah ada dimana-mana.

“Kalau kita tidak cepat patenkan, bisa dipatenkan oleh daerah lain karena mereka sudah kembangkan,” katanya.(ftm)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*