Bupati Jombang Bersama Kapolres dan Forkopimda Pantau Pilkades Serentak 286 Desa

Jombang,

Perhelatan pesta demokrasi di desa di Kabupaten Jombang yakni Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak sebanyak 286 Desa pada Senin (4/11/2019).

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Sumrambah bersama Forkopimda, memantau jalannya pesta demokrasi tingkat desa ini.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengaku senang, karena Pilkades berjalan dengan lancar, aman dan kondusif, hal tersebut disampaikan di sela-sela memantau pelaksanaan Pilkades serentak.

Hasil pantauan yang telah dikunjungi semua yang menjadi penilaian pertama adalah tingkat kehadiran masyarakat hasilnya sangat antusias dan telah mencapai 80% lebih, sehingga disimpulkan bahwa masyarakat Jombang menyerukan untuk pembaruan dan peningkatan inovasi di desanya masing-masing, serta mencari pemimpin yang benar-benar dapat membawa desa lebih maju.

“Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mengapresiasi pihak keamanan yang sigap menemukan kejadian-kejadian daerah dan atas kebijakan Kapolres semua telah terselesaikan dan damai. Penyelesaian diluar hukum tidak menjadi masalah selama calon kepala desa sama-sama tidak mempermasalahkan dan saling mengerti, serta menerima, bahkan hal tersebut sangat diharapkan untuk diselesaikan dengan kekeluargaan, kearifan lokal dan jika sama-sama tidak merasa dirugikan maka semua dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Sedangkan untuk teknis tidak ada kendala bahkan Mundjidah memberikan apresiasi kepada desa Sengon yang dari 286 Pilkades serentak di Kabupaten Jombang yang telah menggunakan elektronik dan kedepan pemerintah Kabupaten Jombang termotivasi untuk pelaksanaan kedepan dapat mencontoh desa Sengon.

Panitia desa Sengon akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah karena memiliki inovasi yang baru. Hasil sidak hari ini semua lancar dan sangat mengapresiasi tingkat kehadiran yang merupakan tingkat keberhasilan dari pelaksanaan Pilkades sudah mencapai 80% lebih dari target keseluruhan dapat mencapai 90%, namun hal tersebut telah melebihi Pilpres, Pilkada dan lainnya.

“Hari ini kami memantau di 5 kecamatan yakni di desa Diwek, desa Sidowarek kecamatan Ngoro, desa Janti Kecamatan Mojoagung, desa Sumobito dan desa Sengon kecamatan Jombang. Tim pemantau ada dibagi menjadi 5 tim. Kami berharap dapat menenangkan masyarakat dan menyatukan kembali meskipun berbeda pilihan dan yang jadi itu merupakan pemimpinnya dan untuk yang kalah juga telah dilakukan sosialisasi untuk pemilihan damai maka yang terpilih merupakan takdir yang maha kuasa,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP. Boby Pa’ludin Tambunan SIK. MH. mengatakan banyaknya rona dalam pemilihan Pilkades merupakan dinamika, seni dalam pemilihan kepala desa, namun berkat sinergitas dengan pemerintah daerah, TNI-Polri sehingga semua dapat dikelola dengan baik. Dinamika dilapangan dapat dikomunikasikan dengan baik dengan calon kepala desa, dengan panitia, sehingga mendapatkan solusi yang terbaik dan tidak menganggu tahapan dalam pemilihan suara.

“Tahapan Pilkades, pemungutan, penghitungan, penetapan hingga pelantikan. Apabila nantinya calon kepala desa tidak menerima hasil Pilkades yang dilaksanakan hari ini, diharapkan dan dihimbau untuk menempuh hukum yang berlaku, tidak menggunakan cara anarkis dan tidak menggunakan cara yang memprovokasi orang untuk melakukan pelanggaran hukum,” ungkapnya.

Kemarin itu merupakan kasus judi sedangkan yang semalam merupakan dugaan money politics. Jika dalam ranah money politics diserahkan kepada panitia dan telah diselesaikan secara musyawarah mufakat oleh semua pihak, termasuk panitia, calon kepala desa dan simpatisannya sehingga tidak menganggu tahapan dalam pemungutan suara, namun jika kasus perjudian sudah menjadi ranah kepolisian dan untuk yang hingga kini masih buron masih dalam pengejaran, pungkas Boby. (Anik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*