Bank Jombang Raih 4 Gelar Bergengsi Di Ajang Economic Review

JOMBANG,

Menjelang tutup tahun, PT BPR Bank Jombang Perseroda mendapat kado manis. Itu setelah meraih empat penghargaan sekaligus di ajang Economic Review di Jogjakarta (6-7/12).

Direktur Utama PT BPR Bank Jombang Perseroda Afandi Haris Setyo Nugroho menerangkan, empat penghargaan itu adalah, juara satu The Best Rural Banks Company kategori local government BPR Company (aset Rp 250 miliar – Rp 500 miliar).

Penghargaan kedua, yakni pada anugerah BPR Indonesia VIII Bank Jombang merengkuh juara dua The Best BPR Company kategori local goverment BPR Company. “Ketiga yakni Indonesia Operational Excellence Award II mendapat penghargaan juara kedua The Best Operational Excellent kategori local goverment BPR Company dengan aset Rp 250 miliar – Rp 500 miliar,” ungkap Afandi.

Afandi menambahkan, Penghargaan berikutnya adalah Indonesia IT Award II, Bank Jombang meraih juara kedua The Best Information Technology kategori local goverment BPR Company.

“Ajang yang diselenggarakan Economic Review melibatkan berbagai juri terkemuka dan kompeten. Ada dari Majalah Economic Review, Indonesia Asia Institute, NBO Group, Can In Wisesa Latih Indonesia, PQI International, LH Partner Advocates and Legal Consultant. Penghargaan diberikan oleh Bu Nana Irlisa, Pendiri dan Pemimpin Umum Economic Review,” imbuhnya.

Dengan diraihnya keempat penghargaan tersebut akan menjadi motivasi penyemangat Bank Jombang yang sebelumnya adalah Perusahaan Daerah, kini meningkat menjadi PT Perseroda. Saat ini mulai bergeser menjadi industri kearah digital. Perubahan bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif saat ini, mensyaratkan pemimpin umum untuk bersikap lebih responsif terhadap perubahan, serta mampu berpikir secara out of the box untuk membawa arah perusahaan untuk tetap bertahan bahkan berkembang lebih maju lagi.

Menurut Afandi, di era industri 4.0 ini peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perioritas penting sebuah perusahaan. “Berbagai pelatihan, pendidikan dan sertifikasi profesi pelayanan, akuaria serta manajemen resiko. Kesiapan semua pegawai, staf juga pimpinan sangat dibutuhkan.

“Tantangan kedepan lebih berat, kedepan perusahaan jangan sampai terlena. Harus selalu melakukan review terhadap semua persoalan yang ada. Baik secara internal maupun eksternal,” pungkas Afandi. (her/nik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*