Yayasan Al Hidayah Diduga Serobot Tanah Kas Desa Menganto

JOMBANG,

Sudah bertahun-tahun status Tanah Kas Desa Menganto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tidak kunjung jelas. Diduga tanah aset tersebut telah dikuasai Yayasn Al Hidayah tanpa melalui musyawarah desa terlebih dahulu.

Sejumlah warga mempertanyakan status Tanah Kas Desa (TKD) tersebut, pasalnya tanah kas Desa tersebut di duga dikuasai yayasan AL Hidayah tanpa melalui musyawarah Masyarakat Desa Menganto.

Menurut nara sumber warga berinisial (S) mengatakan, bahwa tanah kas desa katanya dihibahkan Yayasan MI Al Hidayah tersebut, akan tetapi masyarakat mempertanyakan jika bemar telah dihibahkan, “Surat hibah tersebut mana? kami tanyakan kalau memang tanah tersebut di hibahkan harusnya ada surat hibah hitam putih tapi nyatanya tidak ada,” ucapnya sembari meminta namanya jangan dipublikasikan.

Lanjutnya, “Sudah lama setahu saya Kepala Desa waktu itu masih pak Latif menjabat tahun 1991-1999, sedangkan Kepala Desa Kasorin jabat 1999-2013 hingga Kepala Desa pak M. Ali Impron yang jabat 2013-2019 tanah tersebut diduga sudah dikuasai oleh yayasan Mi Al hidayah tersebut tanpa melalui musyawarah desa,” imbuhnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Menganto, Ashari, rabu (25/12/2019). Dalam penuturannya, dia membenarkan, permasalahan pengelolaan TKD yang berpindah tangan ke yayasan pendidikan di desanya sudah berlangsung puluhan tahun silam.

Menurut dia, sekitar tahun 1991 silam, tanah ganjaran kepala desa ini, tiba-tiba beralih pengelolaan tanpa dasar hukum yang jelas.

“Tanpa musyawarah desa, tanpa keterangan tukar guling, hibah atau apapun namanya, bahkan LPJ nya juga gak ada. setiap ditanya jawabnya cuma turun menurun, itu tanah warisan atau tanah desa,” ungkap Ashari.

Ashari menambahkan, memang tanah kas desa yang terletak dijalan Raya menganto dibelakang ruko tanah kas desa tersebut diperuntukan untuk ganjaran kepala desa gimana ceritanya kurang paham juga tidak melalui musyawarah desa tahu tahu hasil penjualan sewa tahunan diperuntukan untuk yayasan MI Al hidayah sempat saya taya didesa itu sudah turun temurun kepala desa masih bapak latif hingga berlaku sampai sekarang persoalan terkait tanah kas desa tersebut ditangani pak asyhadi matan sekdes karena juga sebagai ketua yayasan tersebut. imbuhnya.

Terpisah, mantan Kepala Desa Menganto, M Ali Imron juga membenarkan tentang beralihnya pengelolaan kekayaan desanya itu. Menurut dia, ketika dirinya menjabat dulu, perkara tersebut sudah merupakan turunan terdahulunya.

Ia sendiri mengaku enggan meluruskan permasalahan yang ada karena adanya berbagai pihak yang menentang apabila TKD yang merupakan hak kepala desa yang menjabat tersebut dipermasalahkan.

“Sebagai kepala desa saya harus menjaga kondusifitas yang ada, tapi kalau dilihat dari segi hukum, peralihan TKD ke yayasan bisa diduga cacat dan ada perbuatan melawan hukum didalamnya,” pungkas Imron. (Her/Nik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*