Polres Jombang Rilis Kasus Penipuan dan Narkoba

JOMBANG,
Selama kurun waktu satu bulan, mulai tanggal 1 hingga 28 Februari 2020, Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang berhasil mengungkap 40 kasus peredaran Narkoba dan berhasil mengamankan 43 orang tersangka.

Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan,S.IK,MH didampingi Kasat Narkoba AKP M. Mukid,SH, Jum’at (28/02/2020) mengatakan, “Para tersangka yang diamankan, ada yang berperan sebagai penjual, pengedar dan bandar Narkoba,” katanya.

“Dari para pelaku, total barang bukti yang diamankan di antaranya sabu-sabu 14,72 gram, Okerbaya 13.016 butir dobel L, 9 buah Pipet Kaca, 4 buah korek api, 39 unit ponsel, alat isap 7 buah, 1 unit timbangan, serta uang Rp 3.437.000,” rinci Kapolres.

Sambung Kapolres menjelaskan, dari 40 kasus yang berhasil diungkap, 25 kasus di antaranya merupakan hasil tangkapan Polsek Jajajaran. Puluhan ungkap kasus Polsek didominasi perkara Okerbaya. Rinciannya, narkotika sabu 8 kasus dan 17 kasus Okerbaya. Pengedar 17 tersangka, dan pengguna 9 tersangka.

“Modus para tersangka tertangkap tangan edar gelap narkotika jenis sabu dan kasus peredaran obat keras berbahaya atau kerap disebut pil koplo,” imbuhnya.

“Untuk pengedar Okerbaya dijerat dengan pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 12 tahun penjara. Sedangkan pelaku penyalahgunaan narkotika dijerat dengan UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Sebelumnya juga dirilis kasus penipuan oleh ibu rumah tangga dengan modus menawarkan unit mobil dengan harga murah, Mutik (38 tahun) warga Dusun Plosorejo Desa Brudu Kecamatan Sumobito kelabuhi korbannya hingga menderita kerugian puluhan juta rupiah.

“Pelaku menipu korbannya dengan cara transaksi jual beli mobil baru dengan harga murah, cukup unik modus yang dilakukan pelaku ini. Dari keterangan tersangka saat diperiksa penyidik diketahui bahwa tersangka ini menjual mobil maupun sepeda motor secara tunai,” ucap Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan,S.IK,MH didampingi Kasat Reskrim Ambuka Yudha Hardi,SH. SIK

Ditambahkan Kapolres, Ternyata setelah transaksi jual beli kendaraan tersebut, unit kendaraan sudah datang unitnya. Namun, belum ada surat-suratnya. “Ada juga beberapa korban mendapat unit kendaraannya tapi kemudian ditagih leasing, ternyata diketahui kendaraan tersebut masih berstatus
kredit,” imbunya.

Dari pemeriksaan berawal hanya satu korban yang melapor, kemudian berkembang. Ada 8 unit mobil serta 9 unit sepeda motor, ada 6 orang saksi (korban) yang kita lakukan pemeriksaan.

“Dimungkinkan pelaku lebih dari satu orang dan akan dilakukan pengembangan lebih lanjut. Kalau cukup alat bukti, kita akan tetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukum maksimal 4 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

Terpisah, korban penipuan berinisial W (50 tahun) menuturkan, awalnya dirinya sempat curiga saat diawari mobil oleh tersangka dengan harga yang cukup murah. Namun, karena selisih harga yang lumayan banyak, akhirnya dibeli.

“Saya beli mobil Toyota Rush seharga 190 juta. Tapi, ternyata saya harus mengangsur ke finance. Ini sudah 3 kali angsuran,” keluhnya.

Atas peristiwa penipuan ini, korban berharap agar kasus ini bisa diselesaikan. “Akad beli saya tunai, tapi ternyata saya masih harus membayar angsuran. Saya berharap bisa dibebaskan dari tanggungan kredit,” pungkasnya. (Anik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*