Wabup Jombang Ingin Pelayanan Publik One Stop Services Masyarakat Miskin Bisa Efektif

JOMBANG,
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Bagi Ketua Pusat Kesejahteraan Sosial Untuk Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu Yang Terintegrasi Dengan Penanganan Perempuan Dan Anak Korban Kekerasan diselenggarakan di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Kamis (5/3/2020).

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah ini diikuti para Ketua Pusat Kesejahteraan Sosial se Kabupaten Jombang.

Sedangkan Nara sumber yang dihadirkan adalah dari Tim Teknis Sistem Layanan Rujukan Terpadu Direktur Pemberdayaan Sosial, perorangan, keluarga dan kelembagaan masyarakat Kemensos, Restu Lesmana.

Wakil Bupati Jombang Sumrambah SP. menyampaikan bahwa Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang Dalam strategi upaya penanggulangan kemiskinan bersinergi dengan kebijakan pemerintah pusat dalam penggunaan dana desa yang ditetapkan dalam peraturan Bupati Jombang nomor 2 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa sesuai prioritas pembangunan daerah Kabupaten Jombang tahun 2020 Yakni pembentukan dan pengembangan puskesos, dan masing-masing desa telah menganggarkan biaya operasional Puskesos dalam APBD yang ditetapkan melalui musyawarah desa.

“Saya berharap puskesos menjadi pelayanan publik one stop services masyarakat miskin dan rentan terintegrasi dengan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan yang ada pada pemerintah desa atau kelurahan,” terangnya.

Lanjut Sumrambah, “Melalui kegiatan ini, ketua puskesos mampu memberikan kontribusi dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Jombang dengan tersedianya data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Pelayanan kesejahteraan sosial pada masing-masing desa atau kelurahan dan kepada Camat, saya minta untuk melakukan pembinaan pada Puskesmas masing-masing wilayah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Moh. Saleh mengatakan, “Peran Puskesos di desa atau kelurahan sangat strategis dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Jombang. Puskesos menjadi salah instrumen peningkatan kesejahteraan warga miskin rentan perempuan dan anak korban kekerasan khususnya dalam aspek kesehatan pendidikan dan sosial ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dalam mengakses program program penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.

Melalui puskesos diharapkan peran partisipasi masyarakat dan pemerintah Desa dalam mengoptimalkan sumber daya secara efisien efektif dan terintegrasi akselerasi penanganan penanggulangan kemiskinan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan di tingkat desa.

“Optimalisasi tugas dan fungsi pusat kesejahteraan Sosial untuk penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu terintegrasi dengan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan di Kabupaten Jombang sebagai upaya strategi penanggulangan kemiskinan sehingga diharapkan akan lebih efektif dan tepat sasaran penerima program penanggulangan kemiskinan,” pungkas Saleh. (Anik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*