Pemanfaatan Lahan Dengan Agroforestry Oleh Perhutani Jombang

JOMBANG,
Sebanyak 27 ribu hektar luas lahan KPH yang berada di empat Kabupaten yakni di Kab Nganjuk, Kab Jombang, Kab Lamongan dan Mojokerto bisa dimanfaatkan masyarakat untuk tanaman Agroforestri dan dalam perjanjian tersebut juga ditentukan nilai sharingnya (bagi hasil) yaitu proporsinya 90 persen untuk petani dan 10 persennya untuk Perhutani.

Wakil Administratur Perhutani KPH Jombang, Supriyanto mengatakan, “Dengan keluasan itu, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan dan tentunya kelestarian sumber daya hutan harus tetap terjaga sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak cucu kita sebagai generasi penerus,” ujarnya, Jum’at (6/3/2020).

Lanjut Supriyanto, Perhutani KPH Jombang meminta masyarakat yang berada di wilayah hutan agar memanfaatkan lahan dengan Wanatani atau Agroforestry. Arti Agroforestry merupakan suatu bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek, seperti tanaman pertanian,” imbuhnya saat acara pembahasan dan penandatanganan perjanjian kerjasama Agroforestry tahun 2020 Perum Perhutani KPH Jombang dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Gedung Perhutani KPH Jombang.

Sementara itu, ADM/KKPH Jombang Beddi Tavi Fudin menambahkan, pelaksanaan Perjanjian itu dilakukan agar terjalin sinergitas antara Perum Perhutani KPH Jombang dengan LMDH dalam pengelolaan sumber daya hutan.

“Perum Perhutani kesatuan pemangkuan hutan (KPH) Jombang melakukan perjanjian kerjasama pemanfaatan lahan di bawah tegakan (PLDT) dengan 62 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH),” ujarnya.

“Harapannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan,” pungkasnya. (Her)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*