Reses Anggota DPRD Propinsi Jatim DR. Kuswanto Di Kabupaten Jombang

JOMBANG,
Memasuki masa reses kedua tahun 2020, Anggota DPRD Provins Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat Dr. H. Kuswanto SH. MH menjelaskan tentang anggaran pembangunan fisik yang direcofusing untuk biaya covid-19. Bertempat di balai Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang, Senin (14/9/2020).

Hadir juga di kegiatan ini Ketua DPC partai Demokrat Jombang H. Mohammad Syarif Hidayatullah, Sekretaris DPC partai Demokrat, Lurah Kepanjen dan seluruh perangkat Kelurahan Kepanjen, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan reses ini menerapkan protokol kesehatan karena masih suasana pandemi covid-19.

Gus sentot sapaan akrab ketua DPC partai Demokrat mengungkapkan bahwa masyarakat kota Jombang sangat terbantukan dengan kehadiran H. Kuswanto anggota DPRD Jawa Timur, karena saya yakin DPRD Jatim datang ke Jombang bisa memberikan informasi kepada kita tentang sejauh mana pembangunan yang sedang diprogramkan provinsi Jatim, ungkapnya.

Gus sentot juga menerangkan bahwa partai Demokrat siap untuk berkolaborasi bersama dengan perangkat desa tentang pemberdayaan masyarakat.

Seusai acara reses H. Kuswanto menjelaskan kepada awak media bahwa ini adalah acara rutin yang harus dilakukan oleh anggota DPRD yang ada di seluruh Jawa Timur dan mereka semua akan turun ke daerah daerah, jelasnya.

Terdapat tiga tempat di Kabupaten Jombang yang menjadi tempat kunjungan kuswanto yakni Jogoroto, Kepanjen dan Sumobito. Selanjutnya terkait pemberdayaan masyarakat Kuswanto menerangkan bahwa semua program pembangunan untuk tahun 2020 ditiadakan, karena semua anggaran difokuskan untuk penanganan covid -19, tandasnya.

Kuswanto juga mengatakan, Gubernur telah memutuskan bahwa bagi masyarakat yang tidak memakai masker dan terkena razia maka akan di denda maksimal Rp. 250.000. Untuk itu masker wajib dipakai untuk semua masyarakat Jawa Timur. Karena dengan pakai masker kita melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain dari tertularnya virus covid-19, tandasnya.

Kuswanto berharap setelah mengikuti reses, yang hadir ini bisa berkomunikasi kepada masyarakat sekitarnya dan dapat menyampaikan atau bertanya tentang kebijakan kebijakan yang ada di lingkup pemerintahan provinsi Jatim.

Setelah mengadakan reses di Jogoroto dan kepanjen kuswanto menemukan keluhan masyarakat yang telah disampaikan kepadanya, diantaranya tentang masalah petani yang kesulitan dalam mendapatkan pupuk, apalagi ini sudah masuk panen sebentar lagi masa tanam, tetapi untuk mendapatkan pupuk subsidi masih sangat sulit, ungkap kuswanto.

“Kita sudah upayakan dalam beberapa minggu terakhir ini InsyaAllah jika sudah memasuki masa tanam jumlah kuota pupuk yang ada di Jawa Timur pasti akan ditambah, jelasnya.

Disinggung perihal pembangunan yang sudah dirancang oleh pemprov Jatim harus dibatalkan karena adanya pandemi covid -19 ini. Pembangunan yang batal akibat pandemi covid-19 adalah Jembatan ploso dan pembangunan DAM yang ada di Pasuruan. “Sebenarnya anggaran telah turun mencapai 100 M untuk DAM namun semua harus dibatalkan karena adanya covid -19”, pungkas Kuswanto SH. MH. (anik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*