Penemuan Mayat Januari Lalu, Korban Pembunuhan Oleh 3 Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Jombang

JOMBANG,
Kasus penemuan mayat wanita tanpa identitas yang telah membusuk di kebun tebu desa setempat, di Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (30/01/21).

Akhirnya, polisi menemukan indikasi bahwa mayat wanita tersebut adalah korban pembunuhan. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengendus para pelaku.

“Pelaku kami amankan di daerah Tuban. Saat kami amankan, para pelaku mengakui bahwa telah membunuh korban di Kecamatan Mojowarno,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih kepada wartawan saat rilis di Mapolres, Senin (08/02/2021).

Petugas terpaksa melumpuhkan tersangka FRH (25 tahun) dan FG (26 tahun) karena berupaya melawan petugas saat ditangkap. “Saat kami amankan, pelaku melawan sehingga kami akukan tindakan tegas terukur,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho yang didampingi Kasatreskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih memaparkan, Seorang janda dibunuh oleh 3 pemuda. Barang berharganya juga dirampas. Para pelaku membuang mayat korban ke kebun tebu lalu melarikan diri, terang Agung.

Lanjut Agung, pembunuhan terjadi pada 20 Januari 2021 lalu. Awalnya korban menghubungi tersangka FRH untuk bertemu. Korban dengan FRH baru seminggu kenal melalui aplikasi pesan singkat Michat.

“FRH yang saat itu bersama dua temannya keliling jualan regulator elpiji menjemput korban di wilayah Kecamatan Mojowarno dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia bernopol S 1232 AY. Korban kemudian mengajak ketiga pemuda itu ke daerah Wonosalam untuk menikmati durian. “Pembunuhannya terjadi di dalam mobil saat pulang dari Wonosalam,” imbuhnya.

Otak pembunuhan ini adalah tersangka FRH. Ia mengajak kedua temannya membunuh Marita untuk merampas harta bendanya. Marita tewas dicekik oleh FRH yang saat itu duduk bersebelahan dengan korban di bangku tengah mobil.

“Marita tewas di mobil. Mengetahui korbannya tewas, para pelaku mencari tempat sepi untuk membuang korban. FRH dibantu oleh FG membuang mayat korban di kebun tebu Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno. Sedangkan tersangka KK bertugas merampas barang korban,” rinci Kapolres.

“FRH ini duduk di samping Marita. Dia ini yang mengeksekusi korban dengan cara mencekik. KK ini mengetahui, duduk di samping FG yang saat itu menyetir mobil. Tapi saat membuang mayat korban, mereka bertiga bersama-sama,” ujar Kapolres.

Dari peristiwa itu, para pelaku berhasil menggondol kalung imitasi, handphone dan uang tunai Rp 3 juta. Uang yang berhasil dirampas telah habis digunakan oleh ketiga pelaku.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 339 KHUP subsider 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup,” pungkas Kapolres. (anik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*